Berita Puncak

Pusat Penelitian jember, Nilai coffe Arabica asal Kabupaten Puncak miliki kualitas terbaik Dunia

Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M.Si, saat memegang hasil produksi Coffe arabika Puncak, yang sudah diproduksi dalam bentuk kemasan.

ILAGA- Meski merupakan Kabupaten yang baru, namun Kabupaten Puncak sudah mampu untuk menghasilkan copi arabika yang saat ini merupakan copi dengan kualitas terbaik di Papua, Coffe tersebut bahkan sudah dibuat dalam bentuk kemasan dengan nama lokal Coffe arabica organik Gunung Kelabu.Demikian hal tersebut disampaikan oleh Bupati Puncak Willem Wandik,SE.M,Si, di Kantor Bupati Puncak, Ilaga,Selasa (21/2),kemarin.

Disebut coffe terbaik, karena berdasarkan hasil penelitian di Pusat Penelitian Coffe dan kakau se-Indonesia di Jember,tahun 2015 lalu, ternyata Coffe dari Puncak, tergolong Coffe speciality nomor satu di Dunia, lantaran ditanam di daerah dataran  yang tinggi, artinya semakin tinggi Kabupten tersebut dari permukaan laut,akan mempengaruhi kualitas Coffe tersebut, dan seperti diketahui Kabupaten Puncak, merupakan Kabupaten tertinggi di Papua,sehingga Coffenya semakin bagus kualitanya dari segi rasa dan harumnya, oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Puncak, melalui Dinas Pertanian mulai mengembangkan potensi Coffe di Kabupaten Puncak, agar masyarakat gemar menanam Coffe.

Menurut Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M,Si, bahwa ke depan pemerintah melalui Dinas Pertanian akan mendorong masyarakat untuk rajin menanam Coffe dalam jumlah yang besar, sebab ketika Coffe arabika asal Kabupaten Puncak ini sudah dilirik oleh invetor, maka mau tidak mau pemerintah harus mampu untuk mencukupi permintaan dari investor,dalam jumlah yang banyak dan secara kontinue.

Nampak masyarakat sedang melakukan pengupasan Coffe torabika, untuk selanjutnya diproduksi.

“Kualitas copi dari Puncak ini nomor satu, kita akan ke depan melalui Dinas Pertanian akan terus melalui terobosan baik ke tingkat regional di Papua sendiri,nasional dan jika perlu kita akan go internasional,karena sejauh ini saya dengar Coffe Puncak merupakan kualitas terbaik di Papua,”ungkap Bupati.

Kata Bupati,rasa dan harumnya copi tersebut,memang beda,apalagi Coffe tersebut tanpa pupuk artinya alami sudah menghasilkan rasa yang terbaik, sehingga pihaknya akan memproduksi dalam jumlah yang banyak, sekaligus mulai mempromosikan Coffe tersebut, agar dikenal di Papua, nasonal maupun internasional.

Sementara nama yang digunakan untuk nama Coffe kemasan tersebut, diambil dari sebutan bahasa daerah setempat untuk salah satu gunung tertinggi di Kabupaten Puncak, yang disebut gunung Kelabu.

“Coffe ini kualitasnya sangat tinggi, rasanya juga luar biasa, bahkan sudah ada beberapa investor sudah melirik ini, oleh karena itu ke depan, kita akan tanam dalam jumlah yang banyak karena kondisi di puncak yang dingin ini, sangat cocok untuk kembangkan Coffe ini,”tambahnya.

Apalagi dengan hadirnya Badan Usah Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Puncak, ke depan BUMD inilah yang akan bekerja melalukan berbagai terobosan seperti promosi termasuk menjual Coffe  ini baik ke tingkat regional, nasional dan Internasional, dengan demikian Coffe ini akan menjadi salah satu potensi PAD di Kabupaten Puncak, Oleh sebab itu dirinya mengajak masyarakat mulai saat ini, untuk rajin memanfaatkan lahannya, rajin tanam copi dalam jumlah yang besar, hektar-hektar, bukan saja Coffe tapi sayur masyur.

“Kalau masyarakat rajin tanam,kamu akan duduk diatas uang, Pemerintah atau investor akan datang beli dikebun kalian, karena Coffe, maupun sayur dan buah-buahan dari sini bedah rasa, tanpa pupuk,alami, dan segar,”ajak Bupati.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Pertanian Ferry Laheba,SP,khusus untuk Coffe Arabika asal Kabupaten Puncak ini, sejak tahun 2015 sudah diproduksi, dalam dalam bentuk kemasan yang merupakan copi khas Kabupaten Puncak,hanya saja sementara ini karena produksi terbatas, sehingga ke depan pihaknya akan memproduksi dalam jumlah yang besar.

 “Sementara ini produksi terbatas, dimana kami beli dari masyarakat dan kita produksi dalam bentuk kemasan lalu di jual di kios, ini dalam rangka meransang masyarakat untuk menanam lagi dalam bentuk yang lebih banyak lagi,”jelasnya.

Kata Ferry Laheba,potensi perkebunan Coffe cukup besar di Kabupaten Puncak, sebab semakin tinggi kondisi daerah dari permukaan laut,akan mempengaruhi kualitas Coffe,  oleh sebab itu ke depan pihaknya akan mendorong masyarakat untuk gemar menanam Coffe, melalui pendampingan yang dllakukan oleh pihaknya, sebab selama ini memang masyarakat sudah menanam, namun dalam jumlah yang kecil,karena mereka belum mengerti soal dampak ekonomi dari penanam Coffe tersebut, sehingga salah satu terobosan untuk meransang masyarakat agar gemar menanan adalah pihaknya akan membeli Coffe dari masyarakat, dengan demikian masyarakat tahu bahwa ada manfaat dari menanam Coffe, dimana selain mereka konsumsi, sisi ekonominya adalah mereka bisa menjual dan mendapatkan penghasilan.

“Potensi di Sini cukup besar di Disrik Gome, Distrik Omkia,di Beoga, kita dorong masyarakat untuk menanam, kita juga akan datangkan mesin tahun ini, kita buat dalam bentuk bubuk,termasuk Coffe siap saji, ketika ada acara di Puncak, kita akan sajikan bagi tam untuk siap diminum, karena rasa dn harum  beda sekali,”bilangnya.(Diskominfo Puncak)

\