Berita Puncak

Pemda Puncak Akan Kembali Datangkan Pesawat

ILAGA- Sejumlah persoalan mendasar, terutama dari aspek keterosolasian daerah, di Kabupaten Puncak, ternyata menjadi tantangan tersendiri dari Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik, dalam membangun daerah tersebut, tak heran jika langkah untuk pengadaan pesawat berbadan lebar tetap menjadi programnya, dalam rangka menjawab persoalan keterosolasian di daerah yang dimekarkan dari Kabupaten Induk Puncak Jaya sejak Tahun 2008 ini.

Nampak Agro Ilaga, salah satu terobosan dari pemkab Puncak, dalam rangka menstabilkan harga barang di Kabupaten Puncak.

Nampak Agro Ilaga, salah satu terobosan dari pemkab Puncak, dalam rangka menstabilkan harga barang di Kabupaten Puncak.

Bhayangkan saja hampir sebagaian besar Distrik harus ditempuh dengan pesawat udara, hal ini tentunya berdampak harga sembilan bahan pokok (sembako), contohnya saja minyak goreng 1 liter harganya mencapai Rp.50 ribu/liter,air mineral kemasan yang kecil harganya Rp.15 ribu/botol, sementara yang sedang Rp.25 ribu/botol, yang besar harganya Rp.60 ribu/botol, sedangkan ayam 1 ekor saja mencapai harga Rp.90 ribu/ekor, beras bulog yang beratnya 15 kilogram saja bisa mencapai Rp.500-600 ribu,bahkan bahan bangunan saja memiliki harga jika dibanding dengan jayapura bagaikan bumi dan langit, lihat saja harga satu semen bisa mencapai Rp.2 juta.
Hal tersebutlah membuat hingga Pemerintah Kabupaten Puncak, kembali lagi berencana akan membeli pesawat berbadan besar jenis  carebou atapun pilatus, apalagi paska jatuhnya pesawat carebuw milik Pemkab Puncak, tahun 2016 lalu, dimana perusahan masih memberikan asuransi, dengan dana asuransi ditambah dengan APBD, maka pihaknya akan kembali lagi mendatangkan pesawat yang akan dikelola oleh BUMD Pemda Puncak.
“Kecuali jalan dari Timika ke Ilaga sudah terhubung, sehingga kita bisa menggunakanjalur darat, namun selama belum ada jalur darat, maka pesawat udara merupakan satu-satunya solusi,untuk mengangkot barang, sehingga mau tidak mau kita akan kembali datangkan pesawat ini dalam rangka menstabilkan harga barang dan jasa di Kabupaten Puncak,”jelasnya.(Diskominfo)

\