Berita Puncak

Pemkab Puncak Terus Melakukan Lobi ke Pusat Untuk Mendapatkan Pesawat

JAKARTA- Pemerintah Kabupaten Puncak dibawah komando Bupati puncak Willem Wandik,terus melakukan berbagai terobosan dalam rangka meningkatkan pembangunan di Kabupaten Puncak, salah satunya adalah terus melakukan lobi ke Pemerintah pusat, untuk mendatangkan kembali pesawat yang memiliki daya angkot lebih besar 4-5 ton, artinya pesawat sejenis carebou.

Suasana pertemuan antara Pemkab Puncak dengan Dirjen industri logam, mesin alat transportasi dan elektronika Kementrian perindustrian I Putu Surya Wirawan, di Jalan Gatot subroto Jakarta,Jumat (19/5),pekan kemarin.

Ini terbukti dengan Bupati melakukan pertemuan dengan Dirjen industri logam, mesin alat transportasi dan elektronika Kementrian perindustrian I Putu Surya Wirawan, serta dari manejemen PT.Dirgantara Indonesia (PTDI), yang berlangsung di ruang rapat Dirjen Dirjen industri logam, mesin alat transportasi dan elektronika, di Jalan Gatot subroto Jakarta,Jumat (19/5),pekan kemarin, terkait dengan rencana pembelian pesawat dari PTDI.

Bupati Puncak Willem Wandik, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan sebuah pesawat dari PTDI yang merupakan produk anak-anak bangsa, terutama pesawat yang berbadan lebar yang memiliki daya angkot yang besar 4-5 ton, untuk menggantikan pesawat carebou yang pernah dibeli oleh Pemkab Puncak, namun sudah lebih dulu mengalami kecelakaan.

Kata Bupati Keinginan ini, lebih karena kebutuhan pembangunan di Kabupaten Puncak, artiya dengan adanya pesawat tersebut, mampu untuk menakan harga angkotan yang selalu besar, dengan demikian percepatan pembangunan di Kabupaten Puncak, bisa berjalan dengan cepat,sambil menunggu pembangunan jalan darat yang sementara sedang dikerjakan oleh Pemerintah pusat.

“Jadi keinginan kami dan masyarakat Puncak, adalah bisa mendapatkan sebuah pesawat berbadan besar yang miik Pemkab, ini solusi jangka pendek yang mampu untuk menekan harga transportasi dan mempercepat pembangunan di Puncak,”jelasnya.

Sementara itu Dirjen industri logam, mesin alat transportasi dan elektronika I Putu Surya Wirawan,sendiri mengaku bangga dengan niat tulus dari Pemerintah Kabupaten Puncak, yang ingin menggunakan produk dalam negeri, bahkan dirinya siap membantu dari sisi keringanan pajak dan sebagainya, hanya saja yang menjadi persoalan saat ini, dimana pesawat yang dibutuhkan oleh Pemkab Puncak, yaitu jenis pesawat N 212 dan N 219, sayangnya jenis pesawat tersebut bisa disiapkan oleh PT.Dirgantara Indonesia, namun membutuhkan waktu 18 bulan.

“Memang ada pesawat N 219 namun sudah dimiliki oleh Senegal, sementara untuk N 212 membutuhkan waktu perakitan sekitar 18 bulan,”ujarnya.

Karena belum ada kata sepakat, sehingga apakah pemkab Puncak akan kembali membeli pesawat dari luar Negeri di Amerika ataukah dalam negeri, sementara ini masih dalam penjajakan Pemerintah daerah, yang pasti Pemkab Puncak dibawah komando Bupati Puncak, Willem Wandik, tetap berkomitmen untuk mendapatkan sebuah pesawt yang memiliki daya angkot lebih besar, demi pembangunan di Kabupaten Puncak.

Hadir dalam pertemuan tersebut, asisten II setda Kabupaten Puncak Darwin Tobing, Kepala Bappeda Puncak Melianus Hagabal, Kepala Diskominfo Puncak Ricky Siwi,dan Kepala Dinas Perhubungan dan juga Kepala Badan pendapatan daerah Puncak.(DISKOMINFO)

\