Berita Puncak

Peringati Hut ke-9, Pemkab Hadirkan Program Pembelian Sayur Dari Masyarakat

ILAGA- Khabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Puncak Papua, pasalnya hasil bumi yang selama ini mereka tanam, teritama sayur-sayuran dan buah-buahan, bakal dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Puncak, selanjutnya akan dipasarkan ke PT.Freeport Indonesia dan ke Timika.Demikian hal tersebut disampaikan oleh Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M.Si, saat menghadiri acara syukuran Peringatan hadirnya Kabupaten Puncak, yang ke-9, di Lapangan Trikora Kabupaten Puncak, Rabu (21/6), pekan kemarin.
Acara Hut tersebut, diawali dengan ibadah singkat,dipimpin oleh Pdt,Mauri, serta diakhiri dengan bakar batu dan acara goyang dengan menghadirkan para penyayi dari Jayapura, serta ada juga lomba sepak bola.hadir dalam kesempatan tersebut, juga Kasdam XVII/Cenderawasih Bapak Brigjen TNI Herman Asaribab,Irwasda Polda Papua Kombes Pol Drs. Jakobus Marjuki, serta ada juga hadir juga Direktur penataan Otonomi daerah  Otsus dan DPOD  Dirjen Otda Drs.Safrizal Za dan  sekretarsnya Slamet Endarto,S,Sos,MAP.

Hut perayaan hadirnya Kabupaten Puncak, ke-9,di Lapangan Trikora Ilaga.

Khabar Pemkab akan membeli sayur dari masyarakat tersebut, bahkan sudah dikomandankan di depan ribuan masyarakat yang menghadiri syuran tersebut, sehingga kini masyarakat di Kabupaten Puncak, mulai gemar menanam,bahkan sesuai dengan rencana, awal Juli ini, program pembelian hasil bumi dari masyarakat sudah dilaksanakan oleh Pemkab Puncak, melalui BUMD Puncak Papua sejahtera, yang sudah dibentuk oleh Pemerintah daerah, bahkan BUMD juga sudah menyewa pesawat untuk mengangkot hasil bumi dari masyarakat ke Timika,selanjutnya dipasarkan ke PT.Freeport Indonesia.
Menurut Bupati Puncak Willem Wandik, PT.Freeport melalui Pangan Sari, sendiri sudah mempersilahkan sayur dari Kabupaten Puncak, bisa masuk ke PT.Freeport, ini artinya bahwa masyarakat sudah tidak perlu memikirkan tentang kemana sayur dijual, sebab Pemerintah sudah merancang sistem khusus, dimana sayur dari masyarakat akan dijual ke PT.Freeport Indonesia, bahkan untuk perusahan raksasa Tambang sebesar PT.Freeport Indonesia, sudah tentunya membutuhkan sayuran yang segar dan suplay yang besar karena untuk mencukupi kebutuhan makanan dari ribuan keriawan PT.Freeport Indonesia.
“Ini kado bagi masyarakat Puncak,Awal Juli, Pemerintah akan membeli hasil kebun dari masyarakat, dengan harga yang sudah disepakati, ini hadiah untuk bagi masyarakat Puncak,di saat kami merayakan hut ke-9 hadirnya Kabupaten Puncak,”ungkapnya, diiringi oleh tepuk tangan warga Puncak, yang menghadiri acara hut tersebut.

 

Willem Wandik: PT.Freeport Indonesia mengijinkan sayur Puncak masuk


Bupati menjelaskan bagi masyarakat Puncak, yang sudah menanam sayur, maka dirinya akan berbahagia, karena hasil kerja kerasnya akan menuai hasil, dimana awal Juli, pemkab akan membeli sayur dari warga, sistemnya dimana pesawat yang datang ke Kabupaten Puncak,dengan mengangkot penumpang atau barang, terutama di Ilaga, Sinak, Beoga dan agandugume dan beberapa distrik lainnya yang sudah ada lapangan terbang, nantinya saat balik ke Timika, pesawat tersebut tidak pulang kosong, karena pemerintah akan membeli sayur-sayuran dari masyarakat.
“hari ini siapa yang tanam sayur, dia berbahagia, karena pesawat yang kita sewa antara barang ke Grosir Ilaga, nantinya turun ke Timika, tidak pulang kosong, sebab kami akan beli sayur dari masyarakat, dulunya saya hanya bicara, ternyata sistem sudah kita dapati, dimana PT.Freeport melalui Pangan sari, sudah memberikan signal positif, sayur Puncak,bisa masuk di PT.Freeport,”tukasnya.

Bupati Puncak Willem wandik, memegang sayur segar dari Kabupaten Puncak, awal Juli, pemerintah akan membeli hasil bumi dari masyarakat.


Bupati mengajak mama-mama dan bapak-bapak Puncak, untuk rajin menanam, mereka tidak rugi, mereka akan sejahtera, karena BUMD akan membeli hasil bumi dari rakyat Puncak,dengan harga yang begitu menjanjikan, bagi kesejahteraan maysrakat Puncak,  hal ini dilakukan untuk menghilangkan budaya proposal dan budaya memo-memo dari pemerintah,sekaligus mendorong masyarakat untuk rajin tanam,tidak malas dan selalu tergantung penuh kepada pemerintah daerah.
“Hari ini budaya memo sudah dihilangkann, memo ada di kebun, siapa yang rajin tanam, maka berbarhagialah dia, karena saya akan taruh uang otsus  yang besar akan membeli hasil bumi dari masyarakat, dan jual ke PT.Freeport, kalian akan tidur diatas uang,”jelasnya.
Apalagi, menurut Bupati,kabupaten Puncak, merupakan daerah yang memiliki tingkat kesuburan tanah cukup baik, bahkan saat dirinya masih SD dan SMP, sayur-sayur dari Kabupaten Puncak, merupakan sayur-sayur yang disenangi oleh kariawan PT.Freeport, karena sayur tanpa pupuk, tapi cita rasa dan suburnya sangat baik bagi kesehatan, artinya secara alami sayur dari Puncak, cukup baik kesehatan, karena berada di daerah ketinggian.Katanya Bupati, sayangnya dengan adanya uang  yang banyak, beras, membuat hingga masyarakat menjadi malas menanam lagi, disatu sisi, masyarakat juga berpikir, setelah menanam, kemana mereka jual hasil bumi.
“Persoalan-persoalan tersebut, akhirnya mendorong kita untuk membentuk sistem, dengan membentuk BUMD, selanjutnya menaruh uang disitu, BUMD akan membeli sayur dari masyarakat, selanjutnya memasarkan ke PT.Freeport, sehingga mamacu masyarakat untuk rajin menanam, kita kembalikan masa-masa jayanya Kabupaten Puncak, yang terkenal dengan sayur-sayuran suburnya, Koll, wortel, kentang,markisa, jeruk manis,keladi, sayur sawi dan lainnya,”jelas Bupati.
Selain bicara soal pembelian sayur-mayur, yang menariknya adalah terkait dengan pemekaran Puncak Timura, dimana Kabupaten tersebut sudah ada di Kementrian dalam Negeri, sehingga tinggal menunggu waktu saja, apalagi dalam acara syukuran yang ke-9 tersebut, hadir juga Direktur penataan Otonomi daerah  Otsus dan DPOD  Dirjen Otda Drs.Safrizal Za dan  sekretarsnya Slamet Endarto,S,Sos,MAP.
“segala hal yang menyangkot administrasi soal pemekaran Puncak Timur, saya sudah urus dan sudah sesuai dengan aturan dan persyaratan, sudah ada ditangan pak Safrizal,dan sudah masuk dalam daftar daerah DOP, kini kita semua berdoa, semoga cepat dimekarkan,”kata Bupati.
Sementara itu, Direktur penataan Otonomi daerah  Otsus dan DPOD  Dirjen Otda Drs.Safrizal Za, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan agar masyarakat, Pemerintah, elit politik, terus menjaga keamanan di Kabupaten Puncak, jangan lagi ada perang suku, sebab hadirnya Kabupaten, untuk meningkatkan pembangunan di daerah,terutama kesejahteraan masyarakat.
“saya adalah orang yang juga merancang dan menghadirkan Kabupaten ini, saya lihat ada banyak kemajuan, meski usia baru 9 tahun, saya berharap kondisi ini tetap dijaga, sementara soal pemekaran Puncak Timur, berdoa saja, karena administrasi sudah ada di kami, nantinya masih ada prosedur lain, kita akan sampaikan ke pak Bupati,” tambahnya. (Diskominfo Puncak)

\