Berita Puncak

Empat Putra Terbaik Asal Kabupaten Puncak Lulus Dari Akademi Penerbangan Genesa

Bupati Puncak Willem Wandik, bersama Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso,berfoto bersama dengan para lulusan Genesa Flight Academy, Hotel Bidakara.Kuningan Jakarta,Jumat  (s21/7),kemarin.

JAKARTA-Setelah menempuh pendidikan 14 Bulan, akhirnya empat putra terbaik asal Kabupaten Puncak yang dibiayai oleh Pemkab Puncak, akhirnya lulus dari sekolah penerbangan  Genesa Flight Academy,mereka akhirnya bisa bersama dengan 29 temannya yang lain, bisa hadir dalam acara Graduation Day Batch VIII dan IX,bahkan dalam cara tersebut hadir juga Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M,Si, ikut bersama-sama merayakan acara wisuda tersebut, berlangsung di Hotel Bidakara.Kuningan Jakarta,Jumat  (21/7),sekitar pukul 20.00 WIB.


Keempat putra asal Kabupaten Puncak  tersebut adalah Arianto Newegalen, Yokius Tabuni,Yosep albertinus Mayau, khusus untuk Amianus Uamang yang awalnya dibiayai oleh LPMK Timika, namun akhirnya dibantu juga oleh Pemkab Puncak melalui Bupati Puncak Willem Wandik, dan akhirnya bisa diwisudah pada acara kemarin, bersama dengan rekan-rekannya yang lain.
Hadir dalam acara, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, Deputi Bidang Pencegahan BNN Irjen Ali Johardi, Ketua umum Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Captain Bambang Adisurya dan sejumlah perwakilan dari maskapai.


Dalam sambutannya Agus mengatakan, ia senang dan bangga karena dari 33 lulusan pilot dari Genesa akademy ini, ternyata 25 persen atau 6 diantaranya berasal dari Papua dan 4 orang berasal dari Kabupaten Puncak, ini sesuai dengan program dari Presiden Joko widodo, agar msyrakat Papua dilibatkan dalam semua aspek pembangunan, artinya,dengan banyaknya lulusan pilot dari Indonesia bagian timur bisa memajukan dan menyetarakan kemajuan dengan bagian barat.
“Kita dari Kementrian perhubungna udara sangat senang, ada juga putra dari Papua yang lulus dari akademi penerbangan ini, kita berharap saudara-saudara kami dari Papua bisa ikut memperkuat penerbangan di Indonesia, terutama dari Indonesia Timur,sebab penerbangan merupakan kunci gerbang kekuatan Indonesia,”jelasnya.

Nampak tiga penerbang asal Kabupaten Puncak, yang selesai dari Genesa flight Academi.

Bahkan, Agus berharap ke depan, anak-anak Papua lulusan-lusan dari sekolah penerbangan saat ini, bisa dilibatkan dalam industri penerbangan di Indonesia terutama penerbangan komersil, sehingga jangan terkesan industri penerbangan hanya melibatkan mereka dari Provinsi diluar Papua, Jawa, Sumetara, Sulawesi, tapi ada juga keterlibatan dari masyarakat Papua.
“Kita cukup memberikan apresiasi kepada pak Bupati Puncak,  yang sudah memberikan perhatian khusus dibidang penerbangan, kami selalu komunikasi dengan beliau,dan hasilnya bisa ada beberapa anak-anak dari Kabupaten Puncak, bisa menjadi lulusan sekolah penerbangan Genesa,”tukasnya.


Sementara itu, Bupati Puncak Willem Wandik,SE,Msi, sendiri menyampaikan ungkapan penghargaannya bagi akademi penerbangan Genesa, yang bisa menerima dan pendidik anak-anak Puncak,sehingga ada empat anak dari Kabupaten Puncak, bisa lulus, sehingga mereka mereka ke depan bisa diterima di sejumlah penerbangan komersil di Kabupaten Puncak, bisa membantu juga dalam penetbangan, sebab satu-satunya transportasi ke Kabupaten Punck, hanya melalui penerbangan udara.
“Anak-anak yang lulus ini, merupakan pergumulan dan program kami juga dibidang pendidikan, dimana kami membiayai mereka melalui APBD, supaya ke depan, kita memiliki anak-anak asli, yang  memiliki kemampuan dibidang penerbangan,”ungkapnya.
Bahkan dirinya juga berharap, agar ke depan perusahan penerbangan yang selama ini melanyani di wilayah Papua, agar bisa membantu mendorong SDM Papua dibidang penerbangan, bisa membuka diri menerima lulusan-lulusan anak-anak Papua, entah jadi kop pilot dulu lalu ke depan menjadi pilot.


“Yang sering terjadi, setelah anak-anak Papua selesai dari sekolah penerbangan,mereka kesulitan mendapat pekerjaan, sulit diterima di perusahan penerbangan,sehingga saya akan laporkan ke Menteri Perhubungan, agar mereka ke depan bisa diberikan kesempatan ke perusahan komersil, sehingga anak Papua bisa diberikan kesempatan bekerja di perusahan penerbangan komersil,dengan demikian mereka bisa merasa bagian dari Republik ini,”ungkapnya.
Willem wandik, menyampaikan selamat kepada anak-anak yang berhasil lulusan dari Kabupaten Puncak, juga orang tua yang sudah mendukung, ia berharap bahwa dengan lulusan ini, merupakan awal dari anak-anak kabupaten Puncak ini,berkiprah di dunia penerbangan,.
Ia, berharap agar setelah mereka pulang ke Papua,benar-benar terjun dalam dunia penerbangan, jangan terpengaruh masuk ke dunia politik, atau lainnya, sebab Pemkab Puncak sudah mengeluarkan biaya yang besar, hanya demi mendapatkan anak-anak Kabupaten Puncak, yang profesional di dunia penerbangan.


Sementara itu, keempat lulusan dari Kabupaten Puncak, Arianto Newegalen, Yokius Tabuni,Yosep albertinus Mayau, Amianus Uamang,mengaku bangga bisa menyelesaikan pendidikan penerbangan, ketiganya mengakui jika mereka bisa selesai, semua karena berkat dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Puncak, terutama komitmen dari Bupati Puncak Willem Wandik,sehingga mereka mendapat dukungan biaya yang cukup luar biasa, oleh sebab itu, keempatnya bertekad akan membantu masyarakat Puncak, dari profesi yang mereka saat ini geluti, mereka akan pulang dan mulai melamar ke sejumlah perusahan penerbangan yang melayani di Kabupaten Puncak.
“Kabupaten Puncak, sangat membutuhkan pilot, jika ada kesempatan bagi kami, maka kami siap melayani, sebab itu sudah merupakan cita-cita kami dari kecil,menjadi pilot dan membantu masyarakat kami disana,”ujar Arianto Newegalen, mewakili ketiga rekannya.


Pada kesempatan yang sam, Captain. “Inung” Nur Solichin, Chief Instructor Genesa Flight Academy menjelaskan bahwa lulusan Genesa kali ini berbekal CPL (Commercial Pilot License), IR, multi engine, plus ENP (kemampuan bahasa inggris yang di rekomendasi oleh ICAO).
“Ini merupakan lulusan pertama Genesa yang dibekali ENP, bahkan mungkin juga kali pertama dari sekolah penerbang yang ada di Indonesia,” ungkap Capt. Nur Solichin.
Para lulusan ini telah menempuh pendidikan selama 14 bulan, hal itu 25 persen dikarenakan beberapa factor seperti NOTAM, cuaca, libur nasional, siswanya sendiri,dari slot dan lain sebagainya, namun ada juga yang selesai hanya dalam waktu 12 bulan.
“Harapannya para lulusan ini setelah memiliki bekal bahasa inggris ENP tentunya mereka akan percaya diri dan mampu bersaing,. tidak hanya di tingkat regional namun juga internasional,” jelasnya.(Diskominfo Puncak)

\