Berita Puncak

Majukan pendidikan di Puncak, Willem Wandik Ketemu Sri Sultan HB X

Bupati Willem Wandik,SE,M,Si,bersama dengan Ketua Pokja Papua UGM Bambang Purwoko,dan Kadis Diskominfo Puncak dan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan pertemuan dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X di Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (15/7/2017).

YOGYAKARTA-Bupati Puncak,Willem Wandik,SE,M,Si, melakukan pertemuan dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X di Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (15/7/2017),kemarin. Pertemuan itu sebagai upaya kerja sama antara Kabupaten Puncak dan DIY dalam membangun sumber daya manusia di Kabupaten Puncak.
Pertemuan dengan orang nomor satu di Yogyakarta ini,boleh dibilang sangat akrab, bahkan sri sultan HB X memberikan kesempatan pertama, bagi rombongan Bupati Puncak, untuk bertemu dengannya, pada pagi hari, sebagai tamu pertama, dalam pertemuan tersebut sri Sultan banyak memberikan masukan bagi Pemkab Puncak, dalam rangka mengembangkan pendidikan di Kabupaten Puncak, salah satunya dengan program pengiriman guru ke Kabupaten Puncak.
Sekedar diketahui, pertemuan dengan Sri Sultan ini, setelah sebelumnya Bupati juga sudah melakukan pertemuan dengan Bupati Sleman beberapa waktu lalu, pertemuan ini juga terkait dengan izin pembangunan Asrama mahasiswa Puncak di Kota studi tersebut, pasalnya untuk mendapat lahan guna pembangunan asrama, khususnya dari Provinsi Papua cukup susah, namun dengan terobosan pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh Bupati Puncak, kini lahan pembangunan asrama, sudah ada, kini Pemkab siap membangun asrama bagi mahasiswa Puncak di Kota studi Yogyakarta.


Pertemuan ini juga sebagai tindak lanjut sebagai terobosan dibidang pendidikan, terkait dengan program generasi emas dari Kabupaten Puncak, salah satu dengan  mengirim anak-anak asli Kabupaten puncak yang terpilih untuk menempuh pendidikan di sekolah tingkat dasar, mulai dari SLTP dan SLTA untuk menemuh pendidikan di Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.
 "Kami datang ke sini agar anak-anak kami bisa meningkatkan kualitas pendidikannya sejak usia pendidikan dasar, mereka dididik khusus, ketika menuju ke pendidikan yang lebih tinggi seperti di Perguruan Tinggi, mereka tidak kalah dengan saudara-saudaranya dari daerah lain,sehingga kami sebagai pemerintah daerah, meminta pandangan Sultan sebagai Gubernur DIY," ujar Willem wandik, usai pertemuan.

Willem Wandik,SE,M,Si, melakukan pertemuan dengan tujuh anak asal Kabupaten Puncak, yang dikirim tahun ajaran 2017 untuk sekolah di SMP dan SMA di Kabupaten Sleman,Yogyakarta, Selasa (15/7/2017).

Lanjutnya, Bupati Puncak Willem Wandik,alasan dirinya mengirim beberapa anak-anak terbaik asli Kabupaten puncak untuk menempuh pendidikan dasar di Yogyakarta lebih khusus di Kabupaten Sleman,agar anak-anak ini disiapkan sejak usia dasar, sehingga mereka bisa bersain engan saudara-dara nya yang lain di nusnatara dan bisa diterima di perguruan-perguruan tinggi ternaik di Indonesia.

“Mereka ini merupakan generasi emas Kabupaten Puncak, mereka akan diasramakan, dengan sistem pola asuh,dididik dengan orang tua asuh, displin, tatap krama dan lainnya, masuk di SLTP dan SLTA di Yogyakarta,sehingga mereka benar-benar disiapkan untuk masuk dalam perguruan tinggi terbaik di Indonesia,kelak mereka bisa menempati jurusan-jurusan langkah di Indonesia,”kata Bupati.


Menurut Bupati, bukannya meremehkan sistem pendidikan di Kabupaten Puncak, sebab pendidikan di Kabupaten Puncak, mulai maju juga, hanya saja SDM dan fasilitas masih minim, sehingga kadang kalah lulusan Puncak, ketika hendak masuk ke perguruan tinggi terbaik di Indonesia,jurusan-jurun terbaik, seperti kedokteran, kadang kalah mereka mengalami kesulitan dalam menyesuaikan dengan sistem di perguruan tinggi tersebut, bahkan ada yang terpaksa harus undur diri, karena kalah bersaing.
Namun dengan sistem ini, dimana anak-anak yang terpilih ini,nantinya disiapkan dibekali dengan sistem pendidikan di Yogyakarta, Sleman, apalagi sekolah-sekolah yang mereka daftar ini, merupakan sekolah unggulan, sehingga mereka benar-benar dipersiapkan secara kualitas, untuk masuk dalam persiangan perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
“kita harapkan 10-20 tahun mendatang, mereka ini menjadi kekuatan SDM kita di Puncak, mereka merupakan generasi emas kita, yang bisa bekerja di Puncak, maupun di seluruh Indonesia,”ungkapnya.
Willem mengatakan, rencana kerja sama soal pengiriman pelajar itu akan dilakukan 2018, setelah Pemerintah Kabupaten Puncak, membangun asrama, pasalnya rencana pendidikan berpola asrama, bakal diterapkan Pemda Puncak, dengan bekerja sama dengan Pemprov DIY dan Kabupaten Sleman, hanya saja untuk jumlah pelajar yang dikirim, ia belum bisa menyebutkannya.
"Nanti sambil berproses dan berjalan," kata dia.
Sementara itu, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, pihaknya siap membantu keinginan pemerintah Kabupaten Puncak, bahkan dia mengatakan program ini merupakan ide yang bagus dari Pemkab Puncak, sehingga dirinya siap membantu. Ia mengusulkan pelajar asal Kabupaten Puncak ditempatkan di indekos yang terdapat induk semangnya yakni sistem bapak asuh, agar anak-anak ini tetap diawasi, selalu dilihat perkembangannya, apalagi mereka jauh dari orang tuanya.
“ini merupakan yang pertama dari Papua, saya senang dengan ide ini dan saya akan bantu, yang penting kita harus buat MoU, teknisnya nanti diatur oleh Kepala Dinas Pendidikan masing-masing,”katanya.


Sultan mengatakan, pelajar Kabupaten Puncak itu nanti disebar ke sekolah yang ada di DIY. Setiap sekolah, kata dia, terdapat dua sampai tiga pelajar asal Kabupaten Puncak. Hal itu dilakukan supaya bisa berbaur dengan pelajar lainnya.
"Ini suatu terobosan untuk cepat meningkatkan pendidikan. Orang di sana belajar sini sambil guru di sini dikirim ke sana," kata Sultan.
Sementara itu Ketua Tim percepatan pembangunan Kabupaten Puncak Bambang Purwoko menjelaskan program ini bertujuan untuk mempersiapkan anak-anak asli Kabupaten Puncak, agar mampu menemuh studi lanjutan tingkat menengah dan pergutuan tinggiterbaik dengan kesiapan yang optimal.
“juga memberikan bekal yang kuat tentang wawasan kebangsaan, interaksi sosial budaya, dan pengalaman pendidikan  di daerah yang lebih maju,”jelas Dosem UGM ini.


Lanjutnya, saat ini ada tujuh anak-anak asli dari Kabupaten Puncak yang bersekolah di Yogyakarta, dengan rincian dua anak SMPN 2 Depok  dan lima anak di SMAN 1 Depok Kabupaten Sleman.
“Yogyakarta dan Sleman dipilih karena pertimbangan realitas, bahwa Yogyakarta adalah kota budaya sekaligus dikenal sebagai pusat pendidikan terbaik di Indonesia.Yogyarakra juga dkenal sebagai miniatur Indoneisa, tempat berkumpul warga masyarakat dari seluruh penjuru Indonesia dari latar belakang suku yang berbeda-beda,”tambahnya.
Lanjut Bambang,anak-anak dari Puncak ini ditinggal di sebuah rumah pendidikan yang berada dalam lingkunsgan sosial masyaraat Sleman, mereka akan dibimbing oleh dua orangpengasuh yang bertugas sebagai wali murid dan guru pembiombing belajar.
“Anak-anak dibiaskan dengan disiplin yang ketat dalam kehidupan sehari-hari dan jugajam, belajarnya, tapi mereka juga dibiasakan untuk berinterasi secara sosial dengan masyarakat di sekitarnya,bahkan dalam kesibukan terebut, ibadah ke gereja tetap dilakukan secara rutin,”tukasnya.
Ditambahkan oleh Dosen UGM ini,Bahkan untuk ke sekolah, dilakukan antar jemput, dengan kendaraan mobil yang sudah disiapkan, juga dibawakan bekal untuk makan siang, sementara untuk makan pagi dan malam serta semua kebutuhan lain sudah disiapkan oeh bapak dan ibu pengasuh.


“Diluar jam sekolah anak-anak juga aktif dalam berbagai kegiatan ekstra, juga kegiatan olah raga,artinya bahwa semua kegiatan pendidikan yang sangat propektif ini dapat terlaksana dengan baik karena adanya dukungan Bupati Puncak juga dukungan Pemda Sleman,”bebernya.
Secara khusus, Bambang menyampaikan penghargaan dan terimah kasih juga kepada kepala sekolah dan segenap guru di SMAN 1 dan SMPN 2 Depak Sleman yang sudah menrima anak=anak asal Kabupaten Puncak dan dididik secara baik, juga kepada Ketua RT dan RW di Condongsari Condongcatur Kabupaten Sleman yang dengan hati terbuka menerima kehadiran anak-anak Puncak di Lingkungan masyarakat yang sangat baik.(Diskominfo Kab Puncak)

\