Berita Puncak

Harga semen turun lagi menjadi Rp.950 ribu di Kabupaten Puncak *Willem Wandik:” Ini kado negara Buat masyarakat Puncak”

Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M,Si, saat menyerahkan bendera duplikat Merah Putih, ke penggerak bendera, pada upacara bendera dalam rangka Hut Proklamasi Kemerdekaan RI di lapangan Trikora Kabupaten Puncak, Kamis (17/8),kemarin.

ILAGA- Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M,Si, akhirnya secara resmi menetapkan penurunan harga semen di Kabupaten Puncak menjadi Rp.950 Ribu/sak,dalam waktu yang tidak begitu lama, penetapan harga semen ini juga merupakan kado Hut Kemerdekaan RI yang ke-72 bagi masyarakat Kabupaten Puncak,yang selama ini dijajah dengan harga barang yang begitu tinggi, penyampaikan turunnya harga semen tersebut disampaikan Bupati Puncak Willem Wandik, saat membawa sambutan usai upacara Proklamasi kemerdekaan RI yang ke-72 di Lapangan Trikora, Ilaga, Kamis (17/8), akhir pekan kemarin.
Turunnya harga ini, boleh dibilang cukup cepat, sebab awalnya harga 2 Juta, sempat turun lagi menjadi Rp.1.050 ribu, kini dengan bantun pemerintah pusat dan berbagai perhitungan bekerja sama dengan BUMD PT.Puncak Papua sejahtera, dengan salah satu perusahan semen raksasa di Jawa, akhirnya Pemerintah kabupaten Puncak, menetapkan harga menjadi Rp.Rp.950 ribu/sak, pemerintah Kabupaten Puncak, merencanakan tahap demi tahap harga semen akan terus turun.
 “Pada tanggal 17 agustus 2017 tahun ini,Bapak Presiden dan jajarannya, telah bekerja keras memikirkan tentang pembangunan di Papua, lebih khusus di wilayah Pegunugan Tengah dan Puncak, semen yang dikenal dengan harga 2 Juta, maka hari ini saya tentukan di Kabupaten Puncak, turun menjadi Rp.950 ribu/sak, ini kado negara bagi kita, dan harga barang lain akan mengikuti untuk turun,”kata Bupati, diikuti tepuk tangan peserta upacara.
Lanjut Bupati, dengan penurunan harga semen ini, maka masyarakat, kontraktor, pemerintah daerah, harus membeli semen di Kabupaten Puncak, tidak boleh lagi membeli semen di Timika atau di luar Kabupaten Puncak, sebab harga semen sudah turun, jika membeli diluar maka akan terjadi kemahalan, di ongkos angkot.
“Kios-kios yang jual bahan bangunan, juga harus menetapkan harga semen yang sama dengan harga dasar dari Pemerintah, dan ke depan, kami akan menetapkan bahan lokal juga akan ikut turun,”ujarnya.
“pasir akan turun, kayu juga harus turun, jika semua harga turun maka masyarakat akan merasakan apa itu kemerdekaan, masyarakat tidak lagi susah, semua akan sejahtera,”tambahnya.
Lanjut Bupati, penurunan harga semen ini, merupakan bukti bahwa Kabupaten Puncak, selama pemerintahah Presiden Joko Widodo, selalu menjadi perhatian Pemerintah pusat, dan Presiden selalu berpesan dirinya selalu bekerja  keras, untuk Papua dan lebih khusus di Pegunungan tengah, meskipun akses yang sangat sulit untuk mengubah daerah ini, tetapi bapak Presiden selalu berkomitmen untuk mengubah daerah ini dan selalu sebut Kabupaten Puncak,artinya Kabupaten Puncak selalu menjadi perhatian pemerintah pusat dan imbasnya dimana Kabupaten lain juga terkena dampak pembangunan dari perhatian Pemerintah pusat ke Kabupaten Puncak.
“Tahun 2016 lalu, tepat 17 Agustus, beliau (Pak Presiden Joko Widodo-red) menyamakan harga BBM satu harga, agar ada keadilan di seluruh Indonesia, dan di Kabupaten Puncak, yang biasanya harga Rp.50-70 ribu/liter,kini sudah turun menjadi Rp.6400 /liter,harga sama dengan harga Jawa,agar ada keadilan,dan kini harga semen lagi sudah turun, ini bukti negara sudah ada di sini,”tukanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Puncak Willem Wandik, mengajak masyarakat, ASN,TNI/Polri dan Tokoh agama, pemuda, semua lapisan masyaraka di Puncak, untuk memaknai tema Proklamasi tahun ini,Indonesia kerja bersama.
“Kita melaksankan Kerja bersama menunjukkan pendekatan yang bersifat merangkul dan memperlihatkan asas kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Indonesia dan lebih khusus Kabupaten Puncak, menjadi lebih baik,sedangkan Bersama kerja menunjukkan ajakan untuk bersama-sama bekerja membangun kemajuan Kabupaten Puncak, dan mencapai target yang telah direncanakan, yaitu kesejahteraan masyatakat Puncak,”ajaknya.
Willem Wandik, juga dalam kesempatan tersebut, menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat, agar bersatu padu, menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Puncak, sebab dengan kondisi keamanan yang kondusif, maka pembangunan bisa berjalan dengan baik, apalagi tahun 2018, akan dilaksanakan Pemilukada, sehingga hal-hal politik yang akan mengacaukan kondisi di Kabupaten Puncak, lebih baik dihindarkan, jangan sampai terjadi lagi konflik hanya gara-gara kepentingan politik.
“Kita di Kabupaten Puncak ini, punya pengalaman pahit, sehingga saya minta agar semua pihak jaga keamanan,lihat wajah-wajah dari adik-adik kita anak SD,SMP,SMA ini, mereka ini tidak tahu apa-apa, jangan hanya karena politik, masa depan mereka menjadi hancur, sehingga saya ajak kita harus sama-sama jaga keamanan di daerah ini,”tuturnya.
Bupati Puncak dalam kesempatan tersebut, menyampaikan penhargaan kepada panitia, penggerak bendera yang sudah tampil cukup baik, tanpa ada kesalahan, sehingga upacara berjalan dengan aman dan hikmat.
Sementara itu, Ketua Panitia James Wanda,S,Sos, mengatakan jika kegiatan upacara tahun ini berjalan cukup meriah, dengan keterlibatan semua elemen masyarakat, ASN,TNI/Polri, bahkan persiapan sudah berjalan dua bulan, sehingga pada acara 17 agustus, semua berjalan dengan baik.
“Untuk kegiatan Hut 17 agustus, kita buat perlombaan, seperti sepak takrauw, sepak bola,lomba kebersihan kantor OPD, lomba panjat pinang, bulu tangkis dan fesion show dan semua berjalan cukup meriah, meski ada kekurangan, namun ini pengalaman kita, agar kita berbuat lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang,”ungkapnya.
Sekadar diketahui, upacara hut Kemerdekaan di Kabupaten Puncak, diawali dengan pelantikan paskibra pada tanggal 16 agustus oleh Bupati Puncak Willem Wandik dengan tradisi mencium bendera merah putih, dilanjutkan upacara pada tanggal 17 agustus pagi hari, dan malam harinya dilanjutkan dengan resepsi kenegaraan pada 17 malam hari di aula negelar, diakhiri dengan hiburan antara pemerintah dan masyarakat dengan penyayi yang didatangkan dari Jayapura.(Diskominfo Puncak)
 
Data  Komandan dan Tim penggerak Bendera Kabupaten Puncak:
Pembawa baki duplikan Bendera Mera Putih:
1.Merianti Kogoya,
Asal sekolah: sma  Neg 1 Ilaga,
Lahir:Ilaga, 5-12-2000
Merupakan anak dari pasangan Bapak Demas Kogoya dan Ibu Merlina Wonda.

Tim Penggerak Bendera:
2.Sendiman Murib
Lahir Ilaga, 9-9-1998,
Anak dari pasangan Bapak Stavanus Murib dan Desina Kogoya.

3.Jefri Labene,
lahir, Nabire:16-12-1998
Anak dari pasangan Israel Labene dan Ibu Disena Murib.

4.Yendinus Kogoya,
Lahir, Ilaga, 13-3-1998,
Anak pasangan dari Enos Kogoya dan Ketini Murib.

5.Komandan Upacara:Lettu Hadi Putra dari Yonif 751 Raider khusus.
6.Ketua Panitia: James Wanda,S,sos

\