Pj Sekda Kawal Langsung Operasi Ibu Hamil Korban Penembakan di RS Dian Harapan Jayapura

K.F: Pj. Sekda Nenu Tabuni saat melihat kondisi korban yang di rujuk di RS Dian Harapan Jayapura
JAYAPURA – Pada tanggal 20 April 2025 Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, mengunjungi Rumah Sakit Dian Harapan untuk melihat kondisi dari Korban atas nama Anite Telenggen dalam kunjungannya ini Nenu Tabuni menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam menangani para korban insiden kekerasan di wilayah Puncak dan Puncak Jaya. Dalam keterangannya di Jayapura, Nenu menyatakan bahwa pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari guna mempercepat langkah-langkah penyelamatan warga sipil.
Kawal Operasi Ibu Hamil Korban Penembakan
Salah satu fokus utama Nenu Tabuni dalam kunjungannya adalah memastikan penanganan medis bagi seorang ibu hamil tujuh bulan atas nama Anite Telenggen yang menjadi korban luka tembak serius. Korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dian Harapan setelah dievakuasi dari wilayah konflik.
"Mama ini mengalami luka tembak yang sangat fatal, peluru menembus leher hingga ke kerongkongan, membuatnya tidak bisa berbicara. Kami dari pemerintah hadir untuk memastikan seluruh biaya operasi dan perawatan ditanggung sepenuhnya," tegas Nenu Tabuni saat memberikan keterangan.
Ia menambahkan bahwa jadwal operasi telah ditetapkan oleh tim dokter pada hari Selasa ini. Pemerintah terus mengawal kondisi kesehatan ibu tersebut, mengingat ia tengah mengandung dengan usia kehamilan yang sudah mencapai trimester akhir.
Pemerintah Tanggung Seluruh Biaya Perawatan
Nenu Tabuni merinci bahwa saat ini terdapat total tujuh korban yang terdata dalam insiden tersebut. Sebaran penanganan medis dilakukan di beberapa titik, di antaranya:
* RS Mulia: Menangani 3 orang korban luka.
* RS Nabire: Menangani 1 orang korban.
* RS Dian Harapan: Menangani 1 orang korban (ibu hamil).
"Pak Gubernur dan kami dari Pemerintah Kabupaten Puncak telah bersepakat bahwa aspek kemanusiaan adalah prioritas utama. Seluruh biaya, mulai dari evakuasi hingga pengobatan tuntas, akan menjadi tanggung jawab pemerintah," jelasnya.
Serukan Kemanusiaan dan Doa Bersama
Terkait motif maupun pelaku di balik insiden tersebut, Nenu menegaskan bahwa pemerintah membatasi diri pada ranah kemanusiaan dan penanganan darurat, sementara urusan penegakan hukum diserahkan kepada pihak berwenang.
Pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan para tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk membuka akses evakuasi bagi warga yang masih membutuhkan pertolongan di lapangan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat di Puncak jaya , Puncak, dan Papua Tengah secara umum untuk mendoakan kesembuhan para korban. Kita berharap operasi Mama Anite Telenggen berjalan lancar dan beliau bisa melahirkan bayinya dengan sehat nantinya," pungkas Nenu Tabuni.
Perlu diketahui Pemerintah Puncak sudah melakukan langka cepat dengan penetapan tanggap darurat, kujungan ke distrik terdampak, turun ke Mulia untuk melakukan koordinasi langsung dengan Pemda Puncak Jaya agar dapat mengatasi masalah dengan cepat dan tepat. Tidak hanya koordinasi dengan Pemda Puncak Jaya, Koordinasi dengan Pemrov Papua Tengah terus di lakukan. Pada Sabut (18/4) Pemda Puncak sudah melakukan rapat koordinasi bersama Pemrov Papua Tengah dan juga Pangkowilham III. Untuk menanggapai situasi dan proses apa yang akan selanjutnya di lakukan dalam tahap tanggap darurat ini. (Diskominfo Puncak)