Hadapi Dampak El Niño, Pemkab Puncak Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat


K.F: Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal didampingi Asisten I Sekda Puncak Elkana Waropen dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Otto Alom, menyalurkan bantuan beras bagi masyarakat di tujuh Distrik yang terdampak bencana hidrometrologi atau El Nino. Penyaluran ini  dipusatkan di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak, Ilaga, Senin 28 September 2026.

ILAGA - Pemerintah Kabupaten Puncak, melalui   Dinas Ketahanan Pangan kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat sebagai langkah membantu memenuhi kebutuhan pokok sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah dampak fenomena El Niño. Bantuan beras ini diserahkan oleh Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal, didampingi oleh  Kepala Dinas Ketahanan Pangan Puncak Otto Alom, di Ilaga, Kabupaten Puncak, Senin (28/09/2026).

Bantuan beras ini setelah Pemerintah Kabupaten Puncak mendapatkan kucuran bantuan dari Kementrian PPN/BAPPENAS sebanyak 64 ton 230 kilogram yang akan dibagi di tiap Distrik, beras ini akan disalurkan ke tujuh Distrik yaitu Distrik Ilaga, Distik Ilaga Utara, Distrik Gome, Distrik Gome Utara, Distrik Mabugi, Distrik Omukia, dan Distrik Amungkalpia, yang  berdampak bencana hidrometrologi atau El Nino yakni berupa kekeringan yang mengakibatkan kebakaran hutan dan  hujan es atau embun salju yang merusak kebun umbi-umbian dan sayur-sayuran milik warga setempat.


Wakil Bupati Puncak Naftali akawal menyampaikan kepada masyarakat yang hadir pada saat penyerahan bantuan Mengingat dampak musibah kekeringan dan gagal panen yang diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama hingga satu tahun ke depan, dengan estimasi masa pemulihan sampai Februari 2027, sehingga warga dihimbau untuk mengelola bantuan beras tersebut secara hati-hati.

“Masyarakat, khususnya para ibu (mama-mama), diminta untuk membawa pulang beras bantuan ke rumah masing-masing, memasaknya dengan baik untuk keluarga, serta tidak menyia-nyiakannya” himbau Naftali.

Lanjut Wakil Bupati juga mengajak bersama tokoh masyarakat setempat juga mengajak seluruh warga untuk terus memanjatkan doa dan memberikan dukungan moral agar sinergi dengan pemerintah pusat terus terjalin, sehingga suplai pangan bagi warga terdampak musibah di pedalaman Papua dapat terus berlanjut. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Pusat atas bantuan beras ini.


“Negara betul-betul melihat kami dan kebutuhan kami. Lewat Bappenas, bantuan beras ini luar biasa jumlahnya, mencapai puluhan ton. Ini sangat membantu kami yang sedang menghadapi musibah besar," ujar Wakil Bupati.

Wakil Bupati juga terus menggiatkan pesan kepada masyarakat Puncak bahwa Kebun-kebun di sini sudah habis dan kering, tidak ada makanan lain. Makanya, beras dari pusat  ini harus dipakai baik-baik dan diatur penggunaannya agar tidak cepat habis. Ini demi kelangsungan hidup kita semua sampai bantuan tahap berikutnya masuk, pesan beliau kepada para warga.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Puncak Otto Alom bahwa dari ke tujuh Distrik yang disalurkan bantuan hanya Distrik Erelmakawia yang langsung di salurkan dari Timika langsung ke Erelmakawia sedangkan Distrik Lainnya disalurkan di ilaga, jadi total ada delapan Distrik yang mendapatkan penyaluran bantuan ini.

“Jadi rencanaya akan dibagi di setiap gereja akan di kasih dua ton per Gereja, jadi bantunya semua ada 65 Gereja di delapan distrik yang terdampak bencana kekeringan dan kebakaran hutan/lahan, total bantuan dari  Kementrian PPN/BAPPENAS sebanyak 64 ton 230 kilogram sedangkan BAPPENAS juga telah menyerahkan bantuan terlebih dahulu yaitu sebesar 1.370 ton,” ucap Otto Alom.

Lanjut Otto menyampaikan bahwa semua bantuan dari BAPPENAS akan disalurkan kepada masyarakat Puncak yang terdampak Bencana.

Di sela-sela penyerahan bantuan, salah satu tokoh intelektual Puncak, Manu Tinal, menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah daerah. Ia meminta agar pemerintah benar-benar memperhatikan penderitaan masyarakat yang mengalami kelaparan akibat krisis ini.


Manu mendesak agar pada tahap penyaluran berikutnya, pemerintah tidak hanya menyediakan beras, tetapi juga melengkapinya dengan bantuan bahan pokok lain seperti minyak goreng, garam, serta bantuan finansial.

“Beras, uang, minyak  dan garam harus ada kalau tidak kita tidak akan terima,” ucap Manu saat menyampaikan aspirasi.

Pemerintah Kabupaten Puncak memastikan seluruh rangkaian bantuan dari pusat ini akan dikawal dan disalurkan secara transparan agar tepat sasaran dan meringankan beban masyarakat terdampak. (DISKOMINFO PUNCAK)