Kunjungi Kabupaten Puncak, Uskup Keuskupan Timika Fokus pada Pendidikan dan pesan perdamaian


K.F:  Suasana saat misa berlangsung di Gereja Katolik St. Petrus Gome, Minggu (31/05)

ILAGA- Kedatangan Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernadus Bofitwos Baru, O.S.A., membawa kegembiraan tersendiri bagi masyarakat di Distrik Gome, serta seluruh umat Katolik di Kabupaten Puncak. Kunjungan yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (29–31/5/2026).

Uskup Timika ini membawa misi penting yaitu meninjau langsung situasi wilayah yang kerap dilanda konflik bersenjata, sehingga pesan perdamaian disampaikan bagi umat di  Puncak, sekaligus melihat kondisi pendidikan anak-anak di Ilaga.

Di Kabupaten Puncak, terdapat dua sekolah di bawah yayasan Katolik, yaitu SD YPPK Gome dan SD YPPK Mundidok, yang terdampak oleh situasi keamanan.

Uskup sendiri Tiba di Ilaga, pada Jumat (29/5/2026), rombongan Uskup disambut hangat dengan tarian adat. Turut hadir menyambut di antaranya Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Puncak Ferry Laheba (mewakili Bupati Puncak), Ketua PKK Sujatinah Elvis Tabuni, Ketua WKRI Ranting Ilaga, Kapolres Puncak, dan Danramil 1717/Puncak.

Setibanya di sana, Uskup langsung berkeliling Kota Ilaga dan menyambangi Gereja Katolik Santo Stefanus Kago (Paroki Santo Petrus Ilaga).


Keesokan harinya, Sabtu (30/5/2026), agenda dilanjutkan dengan lokakarya bersama Pemerintah Kabupaten Puncak untuk membahas pengaktifan kembali sekolah YPPK. Sementara pada Minggu (31/5/2026), Uskup memimpin perayaan Ekaristi sekaligus memberikan Sakramen Krisma kepada sekitar 70 umat Katolik di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus Gome, Ilaga.

"Dalam situasi saat ini, suasana kesedihan tetap menjadi bagian dari kami. Kami merindukan ke depannya tidak ada konflik lagi di Ilaga. Begitu juga di seluruh daerah pegunungan ini, semoga selalu damai. Kami akan selalu mendukung dengan doa," ungkap Uskup.

Uskup berharap pemerintah, aparat keamanan, gereja, hingga kelompok TPNPB dapat bersinergi untuk menciptakan kedamaian.

"Kita harus memiliki satu tujuan, yaitu kebahagiaan dan sukacita. Oleh karena itu, mohon supaya kita semua saling memperjuangkan perdamaian, kebersamaan, dan cinta kasih. Itu harus menjadi cita-cita kita semua," harapnya.


Ia menegaskan bahwa perdamaian, persaudaraan, dan kekeluargaan adalah kunci utama untuk mengatasi konflik saat ini. Uskup juga mengingatkan agar konflik tidak dijadikan alat atau komoditas kepentingan kelompok tertentu.

"Konflik harus diselesaikan dengan jalan damai. Jangan dijadikan alat untuk mencapai tujuan apa pun, karena konflik itu memakan korban. Kalahkan segala kejahatan dengan selalu berdoa," tegas Uskup menutup pesannya.

Di tempat yang sama, Ketua Dekanat Moni Puncak Keuskupan Timika, P. Yance Yanuarius Yogi, PR., yang mendampingi Uskup, menyatakan kesiapan yayasan untuk bersinergi.

"Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan berharap bisa berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak sekolah. Yayasan berkomitmen penuh mendukung pengaktifan kembali sekolah YPPK yang ada," ujar Pastor Yance.

Menanggapi hal tersebut, Ferry Laheba yang mewakili Bupati Puncak menyambut baik rencana kolaborasi ini.

"Kemarin kita sudah berdiskusi bersama terkait yayasan (YPPK) dan pemerintah untuk mencari jalan keluar bagi pendidikan anak-anak di Kabupaten Puncak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami bersama Dinas Pendidikan telah bersepakat untuk membuat telaahan staf guna disampaikan langsung kepada Bapak Bupati," jelas Ferry.

Ferry menambahkan, pemerintah membutuhkan dukungan dari semua pihak—bukan hanya dari YPPK—untuk mewujudkan pemulihan pendidikan dan kedamaian di Kabupaten Puncak. (Diskominfo Puncak)