Disnakerperindag Puncak kembali beli hasil Bumi masyarakat Puncak, Gunakan Dana Otsus

K.F: Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda membawakan sambutan Bupati Puncak sekaligus membuka kegiatan Pembagunan dan Pengolaan Sarana Distribusi Perdagangan hasil bumi di Ilaga.
ILAGA- Pemerintah
Kabupaten Puncak melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan
(Disnakerperindag) menggelar aksi pembelian hasil bumi masyarakat, menggunakan
dana Otsus tahun anggaran 2026, Kegiatan Pembagunan dan Pengolaan Sarana Distribusi Perdagangan (Hasil Bumi) tersebut dibuka secara resmi oleh
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Puncak, Ferry Laheba, yang
hadir mewakili Bupati Puncak, didampingi Kepala Dinas dan jajaran pejabat
Disnakerperindag Kabupaten Puncak, di Aula Disnakerperindag dan dilanjutkan
dengan pembelian hasil bumi di Pasar Ilaga, Selasa (02/06/2026).
Langkah strategis
ini diambil sebagai upaya nyata mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus
mengendalikan laju inflasi daerah,dalam aksi tersebut, Pemkab Puncak memborong
berbagai komoditas sayuran segar dataran tinggi khas Kabupaten Puncak, mulai dari
kubis (kol), buncis, tomat, wortel, hingga sawi hijau. Tidak hanya sayuran,
pemerintah juga membeli pangan pokok lokal masyarakat seperti hipere
(ubi jalar), petatas, dan keladi (talas).
Asisten III Setda
Puncak, Ferry Laheba, menyampaikan bahwa program pembelian hasil bumi ini
merupakan implementasi langsung dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati
Puncak dalam meningkatkan ekonomi yang berbasis pada potensi lokal.

Ferry
menambahkan, program ini menjadi salah satu kegiatan prioritas yang didukung
oleh dana Otonomi Khusus (Otsus). Ke depan, program serupa akan terus
dilanjutkan dan diperluas ke sejumlah distrik lainnya, termasuk Distrik Beoga
dan Distrik Sinak.
"Hari ini
kita menyaksikan secara langsung pembelian hasil bumi masyarakat. Program ini
sama sekali tidak berorientasi pada keuntungan, melainkan bentuk kehadiran
pemerintah untuk membantu mama-mama dan masyarakat agar terjadi perputaran
ekonomi di tingkat lokal. Dengan adanya aktivitas jual-beli ini, pertumbuhan
ekonomi masyarakat bawah dapat terus berjalan," jelas Ferry.

Di tempat yang
sama, Plt. Kepala Disnakerperindag Kabupaten Puncak, Ruth Alom, menjelaskan
bahwa tingginya angka inflasi daerah menjadi salah satu alasan utama
pelaksanaan kegiatan ini. Melalui program ini, pemerintah hadir untuk
memperkuat sarana distribusi perdagangan sekaligus memastikan kesejahteraan
masyarakat terjaga.

Ruth berharap,
dengan terserapnya hasil bumi secara optimal, laju inflasi dapat ditekan secara
signifikan. Program ini pun mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari
para petani serta mama-mama Papua yang selama ini mengandalkan hasil kebun sebagai
sumber penghasilan utama keluarga.
"Pemerintah
hadir untuk membeli hasil kebun masyarakat sehingga mereka memperoleh
penghasilan langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu,
kegiatan ini menjadi motivasi bagi masyarakat agar semakin semangat bekerja dan
mengembangkan potensi pertanian mereka," tutur Ruth.

Ia juga
menyampaikan apresiasi mendalam atas kekompakan seluruh jajaran
Disnakerperindag Puncak yang terlibat langsung di lapangan. Ruth berharap
semangat kebersamaan ini terus terjaga demi menyukseskan berbagai program
pembangunan daerah ke depan.
Melalui komitmen pembelian hasil bumi ini, Pemerintah Kabupaten Puncak membuktikan langkah anggotanya dalam memberdayakan petani lokal, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta memastikan manfaat pembangunan dan dana Otsus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. (Diskominfo Puncak)