HUT ke-18 Kabupaten Puncak, Pj Sekda Ajak Seluruh Elemen Bersatu Membangun Daerah

K-F: Pemerintah Kabupaten Puncak rayakan HUT ke-18, dengan pemotongan tumpeng, kue ulang Tahun, dan ramah tamah. Penjabat (PJ) Sekda Nenu Tabuni hadir mewakili Bupati Puncak, di Aula Negelar, Ilaga, Kabupaten Puncak,Provinsi Papua Tengah, Senin (22/6/2026).
ILAGA –
Pemerintah Kabupaten Puncak merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 dengan penuh
khidmat Peringatan hari bersejarah ini diawali dengan ibadah syukur yang
dihadiri oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni,
mewakili Bupati Puncak, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda) dan Ketua Panitia HUT, Yanius Murib, di Aula Negelar, Ilaga,Kabupaten
Puncak, Provinsi Papua Tengah, Senin (22/6/2026).
Hadir juga kepala Distrik, Kepala kampung
dan juga masyarakat, tokoh adat, masyarakat, rangkaian perayaan semakin hangat
dengan prosesi pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun sebagai simbol
kebersamaan, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah.
Dalam sambutannya, Pj Sekda Kabupaten
Puncak, Nenu Tabuni, menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan bagi
Kabupaten Puncak yang kini telah menginjak usia 18 tahun. Ia menekankan bahwa
tema HUT tahun ini, Syukur Bertambah 18 Tahun Berarti Bertambah Mengandalkan
Tuhan," yang merujuk pada Kitab Mazmur, harus menjadi pedoman bagi
penyelenggaraan pemerintahan ke depan.
"Peringatan ini bukan sekadar
seremonial tahunan. Ini adalah momentum refleksi perjalanan sejarah, evaluasi
pembangunan, dan peneguhan tekad untuk melanjutkan perjuangan membangun daerah
menuju masa depan yang lebih maju, aman, dan sejahtera," ujar Nenu Tabuni.
Nenu mengingatkan kembali sejarah lahirnya
Kabupaten Puncak berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2008. Ia menyoroti
dinamika yang telah dilalui, mulai dari tantangan geografis, keterbatasan
infrastruktur, hingga isu sosial dan keamanan. Namun, berkat kerja keras dan
persatuan seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Puncak terus bertumbuh.
“Kami juga memberikan penghormatan
setinggi-tingginya kepada para tokoh pendiri, tokoh adat, tokoh agama,
masyarakat, serta TNI-Polri yang telah meletakkan fondasi pembangunan daerah
ini,” ungkapnya.
Lanjut Nenu Tabuni, di bawah kepemimpinan
Bupati Elvis Tabuni dan Wakil Bupati Naftali Akawal periode 2025–2030,
pemerintah terus berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang
transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Sejumlah
capaian telah diraih, mulai dari penataan birokrasi melalui pelantikan kepala
distrik dan kampung, hingga penguatan program di bidang pendidikan (Program
Puncak Cerdas) dan kesehatan.
"Meskipun berbagai capaian telah
diraih, kita harus jujur mengakui masih banyak pekerjaan rumah. Tantangan
peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur,
penguatan ekonomi, hingga stabilitas keamanan masih menjadi prioritas
utama," jelasnya.
Nenu mengajak seluruh pihak, baik
pemerintah, DPRK, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha, maupun
masyarakat, untuk berkolaborasi. Baginya, keamanan dan ketertiban adalah
prasyarat mutlak keberhasilan pembangunan.
"Mari kita jaga persatuan. Perbedaan
suku, marga, dan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang. Kepada generasi
muda, saya berpesan untuk terus belajar dan menyiapkan diri sebagai pemimpin
masa depan karena kalian adalah aset terbesar daerah ini," pungkasnya.
Nenu Tabuni menegaskan bahwa tantangan
utama dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Puncak adalah kondisi
geografis yang ekstrem. Tanpa akses jalan darat yang memadai, pelayanan publik
antar distrik harus bergantung pada transportasi udara.
"Kami kesulitan infrastruktur jalan
darat. Dari satu distrik ke distrik lain harus melalui pesawat, sementara
banyak bandara yang belum tersedia. Saat ini Bandara cuma ada di beberapa titik
seperti Ilaga,Sinak, Agandugume, Dervos, Beoga," ujarnya.

Sehingga, untuk memecahkan isolasi wilayah,
Pemkab Puncak fokus menjalin kolaborasi strategis dengan pemerintah pusat,
Pemerintah Provinsi, untuk pembangunan jalan darat dari ibu kota kabupaten
menuju distrik-distrik agar roda perekonomian dapat berputar lebih baik,sebab
dampak dari kondisi transportasi udara ini, menyebabkan tingginya biaya
logistik, di mana harga semen saja bisa mencapai Rp2,5 juta-2,8 juta/sak, yang
menjadi hambatan nyata dalam pembangunan fisik.
"Program jangka panjang kita adalah
upaya pembangunan akses jalan darat hingga ke Distrik Jila, sebagai batas
administrasi dengan Kabupaten Mimika. Tanpa kolaborasi ini, kita tidak akan
pernah memiliki konektivitas darat, jika jalan ini sudah tembus maka kemahalan
daerah bisa ditekan," tambahnya.
Terkait stabilitas keamanan, Nenu kembali
lagi mengajak seluruh elemen, baik TNI-Polri, maupun masyarakat, untuk bersatu
demi membangun Kabupaten Puncak. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi
kondusif, menghindari konflik bersenjata, serta tidak mudah terprovokasi oleh
isu hoaks.
Ditambahkan oleh Nenu Tabuni, di bidang
pendidikan, dimana pemerintah daerah telah memberikan bantuan pendidikan kepada
anak-anak Puncak melalui program beasiswa Puncak cerdas, kerja sama dengan
Yayasan Binterbusi Semarang, Yayasan Maga edukasi Papua, serta Poltekes
Jayapura, langkah ini diambil agar generasi muda Puncak nantinya mampu menjawab
tantangan dan permasalahan daerah.
Selain itu, Nenu memberikan catatan tegas
terkait disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menekankan bahwa kehadiran dan
keaktifan ASN di setiap OPD sangat krusial untuk memberikan pelayanan langsung
kepada masyarakat.

"Masyarakat membutuhkan sentuhan
langsung dari kami. Ke depan, kita harus memperbaiki kehadiran ASN. Kita harus
bersatu, antara aparat ASN, aparat teritorial, gereja, dan masyarakat untuk
membangun Kabupaten Puncak yang lebih sejahtera," pungkasnya.
Sebagai informasi, Kabupaten Puncak
merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya yang diresmikan pada 21
Juni 2008 oleh Menteri Dalam Negeri saat itu, H. Mardiyanto, di Lapangan
Pendidikan Wamena. (Diskominfo Puncak)