Ketua Sinode GKII Papua Tengah Serukan Setop Pertikaian dan Pertumpahan Darah

K.F: Foto Bersama Setelah dilantiknya ketua Sinode yang Hansk Wakerkwa
TIMIKA–
Ketua Sinode Gereja Kemah Injil di Indonesia (GKII) Wilayah II Papua Tengah
terpilih periode 2026–2031, Pdt. Dr. Hansk Wakerkwa, M.Si., mengajak semua
pihak menghentikan pertikaian, pembunuhan, dan pertumpahan darah di Timika
serta sejumlah wilayah lain di Papua Tengah.Seruan itu disampaikan Hans saat
penutupan Konferensi Sinode Wilayah II Papua Tengah di Timika, Jumat (16/10/2026).
“Perdamaian merupakan fondasi penting bagi
pendidikan, pembangunan, dan masa depan generasi Papua,” kata Hansk.
Konferensi yang digelar pada 13–17 Oktober
2026 itu memilih pimpinan sinode dan menetapkan arah program pelayanan gereja
untuk lima tahun ke depan.

Hans menyebutkan tiga prioritas pelayanan
sinode, selama kempimpinanya adalah Pertama, pendampingan dan pembinaan jemaat
di pengungsian dan wilayah konflik, termasuk Intan Jaya, Puncak, dan Puncak
Jaya.
“Gereja berkomitmen berkolaborasi dengan
pemerintah untuk mendampingi warga serta mendorong pemulangan mereka ke kampung
halaman,” ujarnya.
Kedua, penguatan administrasi dan
komunikasi pelayanan gereja berbasis digital agar informasi menjangkau jemaat
hingga ke kampung. Untuk itu, sinode berharap pemerintah menyediakan akses
internet, termasuk Starlink, di distrik-distrik terpencil guna memperkuat
koordinasi antara gereja dan pemerintah.
Ketiga, pelayanan kemanusiaan bagi
masyarakat yang menghadapi situasi sulit akibat konflik.
Hans juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh panitia yang mendukung konferensi. Pada kesempatan itu, sinode meresmikan Gedung Sinode berukuran 30 x 50 meter.

“Gedung ini diharapkan menjadi aset
pelayanan gereja sekaligus fasilitas yang bisa dimanfaatkan pemerintah dan
pihak swasta,” kata Hans.
Ketua Panitia pelaksanaan konfrensi Sinode
wilayah II Papua Tengah Thomas Tabuni mengatakan, seluruh rangkaian acara
berjalan lancar, aman, dan terkendali. Menurut dia, sekitar 10.000 orang
menghadiri kegiatan hingga penutupan sidang pada 16 Oktober 2026 dan kembali
dengan damai.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Papua
Tengah, Pemerintah Kabupaten Puncak, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, dan
Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah memberikan dukungan penuh,” ujar Thomas.
Ia juga menyoroti tingginya partisipasi
masyarakat yang mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Salah satu
bentuknya adalah sumbangan 213 ekor babi, yang sebagian besar berasal dari
masyarakat dan jemaat.
“Bagi kami, sumbangan ini merupakan gerakan hati dan wujud dukungan masyarakat terhadap pelayanan gereja,” kata Thomas.

Menurut Thomas, keberhasilan konferensi tidak hanya diukur dari terpilihnya pimpinan sinode, tetapi juga dari suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan selama kegiatan. Rangkaian acara ditutup dengan bakar batu pada 17 Oktober 2026 sebagai wujud kebersamaan dan gotong royong semua pihak. (Diskominfo Puncak)