SMAN 1 dan SMKN 1 Ilaga Gelar Penamatan Bersama

K.F: Siswa Siswi saat acara penamatan di halaman SMA Ilaga
Ilaga - Suasana haru dan bangga menyelimuti Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, pada Kamis (7/5/2026). Dua institusi pendidikan menengah di jantung Kabupaten Puncak, SMA Negeri 1 Ilaga dan SMKN 1 Ilaga, menggelar acara penamatan bersama bagi siswa-siswi kelas XII tahun ajaran 2025/2026.
Acara yang berlangsung khidmat di bawah tema "Melangkah Dengan Mengukir Prestasi Menuju Generasi Cerdas dan Masa Depan yang Gemilang" ini dihadiri oleh jajaran pendidik, staf sekolah, orang tua, serta tamu undangan.
Mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan, Melianus Hagabal, hadir untuk menyampaikan sambutan resmi pemerintah daerah. Dalam arahannya, Melianus menegaskan komitmen Pemkab Puncak dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam memprioritaskan pendidikan bagi putra-putri daerah.
"Pemerintah akan mengirimkan 30 lulusan terbaik SMA/SMK tahun ini ke sekolah kedinasan dan perguruan tinggi pilihan. Ini adalah bagian dari program prioritas nasional dan daerah untuk meningkatkan kualitas SDM Puncak melalui pembiayaan penuh dari pemerintah," ujar Melianus.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui program “Puncak Cerdas”, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Binterbusih dan Mega Edukasi Papua untuk memberikan beasiswa kuliah gratis bagi anak asli Kabupaten Puncak.
"Proses seleksi mencakup aspek kesehatan, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan mental siswa. Target kita adalah membekali mereka agar mampu bersaing, bahkan hingga ke luar negeri seperti Rusia, Australia, dan Selandia Baru," tambahnya.
Kepada 65 lulusan yang hadir, Melianus menitipkan pesan agar mereka tidak lupa jalan pulang setelah menimba ilmu. "Kalian adalah aset utama daerah. Berjanjilah untuk kembali dan membangun Kabupaten Puncak di masa depan," tegasnya.

Isak Kogoya, salah satu tenaga pendidik di SMA Ilaga, melaporkan bahwa total lulusan tahun ini berjumlah 65 orang, yang terdiri dari, Program IPS: 23 Siswa; Program IPA: 24 Siswa; Kejuruan (SMK): 18 Siswa.
"Ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk melihat dunia yang lebih luas. Kami sangat berharap anak-anak ini tidak berhenti di sini, tapi terus melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi," kata Isak penuh harap.
Masa sekolah selama tiga tahun di daerah konflik memberikan cerita tersendiri bagi para siswa. Salah satu lulusan, Manus Labene, mengisahkan betapa beratnya perjuangan mengejar cita-cita di tengah situasi keamanan yang tidak menentu.
“Walaupun berada di daerah konflik, kami tetap bertekad untuk sekolah dari kelas satu hingga lulus hari ini. Kedepan, saya akan mendaftar beasiswa yang disediakan Pemerintah Puncak untuk melanjutkan kuliah,” ungkap Manus dengan nada optimis.

Pemerintah Kabupaten Puncak berharap para lulusan ini tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan siap bersaing di level global. Penamatan ini menjadi simbol kemenangan bagi pendidikan di Kabupaten Puncak atas segala tantangan yang ada.
Selamat berjuang untuk angkatan 2026. Teruslah melangkah, teruslah berprestasi, dan jadilah agen perubahan bagi tanah Papua. Sampai jumpa di puncak kesuksesan! (Diskominfo Puncak)