Pemkab Puncak Lobi Mensos Gus Ipul untuk Bantuan Bencana kekeringan dan bedah rumah
K.F: Wakil
Bupati Puncak, Naftali Akawal (mewakili Bupati Puncak), didampingi sejumlah
pimpinan OPD, saat melakukan pertemuan
dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta, Senin
(29/6/2026). (Foto: Diskominfo Puncak)
JAKARTA –
Kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat berdampak
signifikan terhadap keuangan daerah. Menyiasati hal tersebut, Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Puncak secara aktif melakukan lobi ke sejumlah kementerian
guna menutup celah fiskal demi menjaga keberlanjutan pembangunan di wilayahnya.
Langkah strategis ini diambil oleh Bupati
Puncak Elvis Tabuni yang diwakili oleh Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal,
yang memimpin rombongan dalam pertemuan langsung dengan Menteri Sosial,
Saifullah Yusuf (Gus Ipul), di Jakarta pada Senin (29/6/2026).
Nampak juga dalam Pertemuan tersebut
Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Mathius D. Fakhiri, Bupati Solok Jon Firman
Pandu, serta Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih.

Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal,
menyatakan bahwa kehadirannya mewakili Bupati Puncak Elvis Tabuni adalah untuk menyerahkan proposal
resmi terkait penanganan bencana kekeringan di Distrik Agandugume dan Distrik
Lambewi, selain itu, Pemkab Puncak juga menyerahkan proposal terkait program
bedah rumah adat (Honai) yang terdampak konflik sosial beberapa waktu lalu di
sejumlah distrik, serta membahas berbagai persoalan sosial lainnya agar
mendapatkan atensi khusus dari Kementerian Sosial.
"Kami berharap ada dukungan dari
pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan
kesejahteraan sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di
wilayah Kabupaten Puncak. Khususnya dalam penanganan korban bencana alam maupun
bencana sosial, serta mencegah dampak buruk yang ditimbulkan," ungkap
Naftali.

Naftali menambahkan bahwa usulan terkait
penanganan bencana kekeringan dan bedah Honai tersebut telah mendapatkan
respons positif dan akan segera ditindaklanjuti dengan bantuan dari Kementerian
Sosial.
Hal menarik lain dari pertemuan tersebut
adalah instruksi Menteri Sosial kepada Pemkab Puncak untuk menyiapkan lahan
sekitar 10 hektar. Lahan ini nantinya akan digunakan untuk pembangunan program
Sekolah Rakyat, yang menjadi kabar baik bagi pemerintah dan masyarakat
Kabupaten Puncak.
"Kami juga
mendapat program Sekolah Rakyat. Kami diminta menyiapkan lahan sekitar 10
hektar. Hal ini akan segera kami sampaikan kepada Pak Bupati, karena nantinya
Bupati yang akan memutuskan," jelas Naftali.
Sementara itu,
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa pihaknya akan segera
mempersiapkan hal-hal teknis terkait proposal dari Kabupaten Puncak, mulai dari
penanganan bencana kekeringan, bedah Honai, hingga kesiapan program Sekolah
Rakyat.

Khusus untuk
program pengentasan kemiskinan, Gus Ipul menjelaskan pentingnya pendekatan
terpadu serta kolaborasi erat antara pemerintah pusat, provinsi, hingga tingkat
kabupaten.
"Tiga
program utama tersebut mencakup penekanan beban pengeluaran melalui penyaluran
bantuan sosial (bansos), peningkatan pendapatan masyarakat lewat program
pemberdayaan, serta menghadirkan 'Sekolah Rakyat' sebagai upaya memutus rantai
kemiskinan terstruktur," ujar Gus Ipul.
"Program ini sudah masuk dalam RPJMN. Ini konsep kita yang sudah terukur dan memerlukan kolaborasi kuat di lapangan," pungkasnya. (Diskominfo Puncak)